(Tafsir Sufi Ayat 1 Surah Al-Isra’) Maha Suci Dzat Yang memperjalankan puncak kehambaan Ketika malam berlapis gulita kefanaan Hangus dalam sunyi gung lewang lewung Dari masjid semesta Al-Haram penuh bayang-bayang Menuju Masjid Al-Aqsha yang tiada batas waktu dan ruang Yang penuh berkah kebajikan tiada tara Berkeliling pesta Cahaya Agar Kami menampakkan Kebenaran, Cinta dan Keabadian Dari Ayat-ayat Kami Hingga kalian tak bertanya lagi Sungguh Dialah Yang Maha Mendengar KalamNya yang

PARADIGMA AR-RIFA’Y Syeikh Ahmad Ar-Rifa’y yang sezaman dengan Syeikh Abdul Qadir al-Jaelany, sekaligfus pendiri Thariqat Rifa’iyah, salah satu karyanya Haalatu Ahlil Haqiqah ma’Allah, telah sukses menntakwil 40 hadits Nabi dengan syarah Sufistiknya yang luar biasa. Seluruh syarahnya berdimensi Ma’rifatullah (gnostic) yang menggugah kesadaran spiritual kaum Sufi. Kitab ini sekaligus mengantar kita untuk  mengenal  metodologi Ma’rifatullah,  Substansi  dan  Sifat  kema’rifatan dan hambatan-hambatan Ma’rifatullah. Paradigmanya sangat filosufis, namun Ar-Rifa’y membangun 10 paradigma praktis

Renungan bagi Perjungan Politik Kebangsaan. *) Oleh DR. KH. M. Luqman Hakim Hiruk pikuk masyarakat modern, selalu bermula dari ruang pengab yang mengasingkan dirinya dalam penjara dehumanisme yang tak kunjung selesai. Harkat kemanusiaan rupanya tidak bisa diselesaikan oleh manusia itu sendiri, dan eksistensialisme modern telah menunjukkan kegagalannya dalam membangun rumah peradaban, kecuali hanya rumah hantu yang mengerikan yang diselubungi kegelapan. Post modernisme sedang mencari jalan keluar dari sirkuit modernisme yang

Ruh yang memikul amanat itu adalah ruh istimewa manusia (ar-ruhul khassah lil insaan). Yang kami maksudkan dengan amanat adalah penguasaan terhadap janji taklif dalam bentuk keterbukaan terhadap kemungkinan memperoleh pahala dan siksa dengan kepatuhan dan kedurhakaan. Ruh ini tidak pernah mati dan tidak pula binasa, malah justru kekal setelah mati; baik itu dalam kesenangan dan kebahagiaan ataupun dalam jahanam dan kesengsaraan. Itulah ruh tempat ma’rifat. Pada dasarnya tanah tidak memakan

Allah Turun ke muka bumi, dengan Ridla, Mahabbah, Dloman, Ulfah, dan Nur-Nya. Katanya bulan itu melebihi pendaran seribu purnama,

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan puasa atas kamu sekalian, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu sekalian bertakwa. (Al-Qur ‘an, Al-Baqarah 183) Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dalam kitabnya AI-Ghunyah mengupas,

HADRATUS SYAIKH HASYIM ASY’ARY ARBAIN A HADITSAN TATA’ALLAQU BI MABADI’I JAM’IYYAT  NAHDLATUL ULAMA

Al Muhasibi SESUNGGUHNYA kesedihanku —tatkala aku renungkan— sangatlah besar, selubungku amatlah tebal, dan kemurungan menguasaiku. Selama ini aku menjalani kehidupan dengan permohonan, sedangkan kelapangan bagiku jauh untuk disegerakan.

28

Jun 2016

Uzlah

Al- Junaid Al-Junayd berkata, “Kesulitan dalam ‘uzlah lebih mudah diatasi ketimbang kesenangan berada bersama orang lain.” Makhul asy-Syaami mengatakan, “Memang bergaul dengan sesama manusia ada baiknya, tetapi ada rasa aman dalam ‘uzlah.”