Orang kafir ada dua bagian. Bagian pertama, mereka yang mula-mula mengingkari adanya Allah (kufrun billah) akan tetapi masih mau mendengarkan ayat-ayat Allah. Kemudian fitrahnya menerima Islam dan lalu beriman. Bagian kedua, mereka yang mengeksploitasi kekufurannya dengan bertinda zalim, memakan hak orang lain, pengecut dan lain sebagainya. Mereka dalam bagian akhir ini meyakini bahwa iman bagai banjir bandang yang akan menghanyutkan tahta, dunia, jabatan dan semuanya yang diraih dengan kezaliman. Oleh

20

Jan 2016

Pilar Masa Depan

Hari dekat yang ada di depan mata Anda saat ini, jiwa dan semangat yang melekat pada diri Anda saat ini, serta kondisi menguntungkan atau situasi tidak bersahabat yang mengelilingi hidup Anda saat ini adalah pilar-pilar yang tegak di atas rumah masa depan Anda. — Syekh Muhammad al-Ghazali

Seorang penghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam., jika ia seorang muslim, maka ia otomatis murtad, kafir. Berhak dihukum mati. Begitu juga seorang non muslim, ia berhak dihukum mati. Tapi hal itu jika ia hidup di negara Islam, dan kebetulan negara tersebut memakai hukum Islam. Hal itu juga harus diproses dengan pengadilan/hukum yang jelas. Bukan dengan cara anarkis. Dengan logika inilah seharusnya kita memahami perkataan banyak ulama yang disampaikan oleh

Seorang murid bertanya kepada Syekh Jamal Faruq, “Bagaimana pandangan Syekh terhadap perbedaan dalam tubuh umat Islam yang sering menjadikan pertikaian bahkan pertumpahan darah?”Beliau menjawab,“Yang menjadikan pertikaian dan pertumpahan darah itu bukan perbedaannya, tetapi ambisi pribadi dan kepentingan politik.” — Dr. Ali Jum’ahsumber: Mardi Hadi

Rezeki itu mirip seperti barang ciptaan (ciptaan Allah), jadi tidak bisa ditanya ‘mengapa’. Maka jika rezeki kita sempit, bukan berarti ini tanda kemarahan Allah.Dan jika rezeki kita luas, bukan berarti juga ini tanda keridhaan-Nya. Sesungguhnya Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, dan semoga sempitnya rezeki yang kita alami merupakan ujian dari-Nya, untuk melihat seberapa sabar diri kita. — Dr. Ali Jum’ah

20

Jan 2016

Menyerahkan Hati

Allah melihat ke dalam isi hati sebelum hal itu diterjemahkan ke dalam perkataan. Jika kamu memiliki keinginan, kamu cukup menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan melihat keinginanmu dan akan memberimu apa yang paling pantas untukmu, meski hal itu bukan keinginanmu yang sebenarnya. Karena Allah akan memberimu apa yang Ia inginkan, dalam keadaan yang Ia inginkan, dan di waktu yang Ia inginkan. – Syekh Yusri Rusydi Jabr

20

Jan 2016

Do’a Ibunda

Bukhari kecil saat diterpa musibah dengan hilangnya panca indera matanya, sang ibu sangat sedih. Bukhari kecil tidak bisa melihat. Ia buta. Saking sedihnya, pagi sore siang malam sang ibu terus menangis dan berdo’a kepada Allah agar sang buah hati dianugerahkan kembali penglihatannya. Tangisan sang ibu dari relung hati untuk sang buah hati. Ada sebuah ucapan dari sebagaian ulama yang berbunyi, “tidak ada satupun yang bisa menolak takdir, dan do’a seorang

Kehidupan Nabi Saw terbagi menjadi dua bagian:Bagian yang berkaitan dengan zamannya, dan bagian yang berkaitan dengan syari’at.Kita diperintahkan untuk menjadikan Nabi Saw sebagai uswah (contoh) dalam lingkup kehidupan syari’atnya saja. Adapun untuk kehidupannya yang berkaitan dengan kebutuhan alami jasmaninya atau kehidupan di zamannya, kita tidak diperintahkan untuk terus mencontohnya. Karena itu akan membuat kita tidak bisa maju dalam perkembangan zaman. Contohnya pada masa Nabi Saw saat itu belum ada alat-alat

Cinta Tanah Air atau nasionalisme itu fitrah manusia yang diperbolehkan oleh Islam. Nasionalisme termasuk elemen dasar bangunan masyarakat.Makanya ketika Islam datang, Ia tidak melarang, justru memperbolehkan sebagai piranti membangun amal saleh

Selama seseorang itu meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, menghukumi ia kafir sangatlah sulit.– Syekh Usamah Sayyid Azhari Beda Janji dan AncamanApa perbedaan antara janji (wa’du) dan ancaman (wa’iid)? wa’du adalah surga dan wa’iid adalah siksa.– Syekh Ali Jum’ah