Sejumlah kasus nyata dalam buku ini, lebih banyak menggambarkan kompleksitas persoalan manusia dengan sesama manusia, manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, Allah Robbul 'Izzah.
Mulai dari masalah konflik keluarga, pendidikan anak, konflik sosial, konflik kepribadian, dan bahkan konflik dengan Tuhannya sendiri, yang berhubungan dengan Ikhtiar dan Takdir, yang sering berujung dengan stress.

Tasawuf bukanlah doktrin tambahan bagi kandungan al-Qur'an dan as-Sunnah. Tetapi lebih merupakan implementasi bagi kerangka agung Islam dalam praktik keseharian jiwa hamba Allah yang beriman, dalam mewujudkan cita-cita hakiki dari sumber ajaran Islam itu sendiri. Karenanya, dengan menyibak kembali cakrawala tasawuf orisinal sebagaimana dalam buku ini, kesalahpahaman tentang tasawuf bisa ditashih kembali .