Anak Gangster, Bagaimana Membina Mereka?

Anak saya menginjak remaja. Sekarang sudah SMA klas 2. Saya sering ribut dengan anak sendiri, kadang-kadang juga ribut dengan suami gara-gara anak ini.

Bayangkan, menginjak remaja, anak saya mulai aneh. Pakaiannya compang camping, untung belum pakai tato. Rambutnya mau di cukur punk, lalu saya ancam, kalau sampai cukur ngepunk akan saya usir. Akhirnya hanya disemir saja. 
Apa salah kami ya mbak? Apa saya kurang berdoa, menurut saya saya juga nggak kurang-kurang berdoa. Tapi terus terang lingkungan juga mendukung seperti itu. Pergaulannya nggak terkontrol. Saya sampai habis kata-kata, harus bagaimana lagi saya ini? Tolong diberi kiat apa supaya bisa ndidik anak saya ini? Terimakasih

SulaLastri, Malang - This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Jawab

Mbak Lastry, terkadang kita ini sudah merasa tidak kurang dalam berdoa dan menasehati anak kita. Anak kita tetap mbandhel.  Mungkin ketika kita berdoa atau ketika memberi nasehat  ada kurang pasnya. Misalnya kita menasehati sambil marah-marah, apalagi jika disertai kekerasan. Kita berdoa, tetapi sebenarnya kita sedang mengadukan rasa sebel kita pada Allah swt. Bukan benar-benar berdoa yang tulus.

Anak remaja juga mesti diberi semangat, kalau perlu cari motivator untuk membangkitkan kesadaran masa depannya, apabila ibu kurang merasa mampu memberi semangat padanya.

Jangan berbicara yang pedas, apalagi kotor, apalagi menghujat. Kekecewaan anak-anak pada orang tuanya, sering menimbulkan kegundahan yang terpendam, lalu anak-anak cari pelarian tanpa kontrol.

Anda bisa mengirim pertanyaan melalui email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., atau  SMS di 087880497178 seputar problema pendidikan anak.

Read 1461 times Last modified on Monday, 08 December 2014 17:16