Saya Ingin Anak Jadi Ulama, Tetapi….

Assalamu’alaikum wr. wb. 
Saya seorang ayah, punya dua anak putera, satu puteri. Saya sangat bercita-cita agar salah satu dari anak saya yang putera mendalami agama, alias pengin punya anak yang jadi Ulama. Sejak awal saya berangan-angan nanti akan saya pesantrenkan.

 

Seiring berjalannya waktu, anak saya ketika saya ajak jalan-jalan melihat pesantren, ia antara mau dan tidak. Apalagi ibunya, maunya anaknya tidak usah belajar di pesantren, alasannya kasihan. Dia penginnya anak-anaknya pulang pergi saja dari rumah. Kebetulan anak saya masih sekolah di SD kelas lima yang ingin saya pondokan itu.

Akhirnya saya stress juga mikirkan. Kadang kalau diskusi sama ibunya anak-anak malah berantem akhirnya. Apakah ada jalan keluar yang bisa melegakan keluarga kami Bu. Karena apalah artinya cita-cita luhur kami, jika ibunya tidak menyetujui, saya khawatir anaknya nanti malah tidak kerasan di pesantren. 

Wassalamualaikum wr. wb.
Artiyono This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

JAWAB:
Saya sangat terharu dan bahagia, apalagi jika banyak orang tua seperti Bapak ini, yang punya semangat dan cita-cita mulia. Inya Allah kader Ulama kita tidak akan pupus. Soal komunikasi dengan isteri (ibunya anak-anak), sebaiknya dibicarakan dengan hati dan terus berdoa. Semoga semuanya dibukakan hatinya oleh Allah Swt. Bapak harus sering bercerita kepada puetranya tentang penting dan mulianya menjadi orang yang mendalami ilmu agama yang jika ditempuh dengan tekun akan jadi Ulama yang saleh. Seorang anak laki-laki biasanya lebih dekat dengan ibunya, dan kekuatan ibu serta pengaruh pandangan ibu sangat kuat dalam kepribadian hidupnya di masa depan. 

Mungkin, bukannya ibunya anak-anak tidak setuju, tetapi melihat bocah yag masih SD itu, sudah dibayangkan kalau nantinya pisah (tinggal di pesantren). Yang dibayangkan ibunya pasti soal kesehatannya, makannya, kebersihan di sana, jika nanti sakit bagaimana dan sebagainya. Namun seorang ibu pasti bangga jika di pesantren nanti puteranya berhasil dan berprestasi.

Tunggu nanti tamat SD, atau kalau terpaksa, sekolah dulu di MTs, baru Aliyahnya di pesantren. Tetapi selama di MTs usahakan cari guru privat bidang pendidikan agama yang lebih mendekati pelajaran pesantren. Itu jalan terakhir.

Semoga Bapak dan keluarga senantiasa meraih cita-cita yang diridhoi oleh Allah Swt. Salam buat Ibunya anak-anak ya, Pak.

Read 760 times