×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 42

Ada Apa Dengan Saya

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Semoga Allah selalu Mencurahkan Rahmat dan KasihNya kepada Bapak dan Keluarga..
Saya banyak membaca ulasan Bapak yang di Bahas di Majalah Cahaya Sufi

yang saya temukan di kios Majalah di seputar Kota Depok-Bogor dibulan november 2007. Saat itu saya sedang galau dan terpuruk karena beban hidup terlibat hutang Riba yang saya Alami, entah kenapa saya terarah untuk ke kios dan langsung melihat Cahaya Sufi tanpa pikir langsung beli. Alhamdulilah isinya membuat saya menangis terharu karena ini yang saya cari dari jawaban hati saya. Alhhamdulillah.

Jadi saya mendapat jawaban secara tidak langsung melalui media Artikel rubrik pembaca yang Bapak Jawab.
Bicara Hutang Riba, saya sadar itu dosa dan membuat saya ter dzholimi dan menganiaya diri sendiri, tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur, Untung tak dapat diraih Malang tak dapat di Tolak.Sakit hati ini bahkan hancur Tapi Hanya Allah saja yang tahu.
Menyesal tidak berguna menangispun percuma hanya Malu sama Allah dengan apa yang sudah terjadi.
Mulanya saya berbisnis dengan orang dari Malaysia, tapi berakhir tidak dengan semestinya. Selain dengan Malaysia sayapun bermain di Lokal. Ini sebetulnya bukan kegiatan saya tapi istri saya yang punya usaha saya hanya membantu pemasarannya saja, saya tetap fokus bekerja sebagai karyawan swasta.
Kami berdua menjalani bisnis pesanan pakaian pria dan wanita baik baju moslem maupun kebaya, sampai pada cerita semula semua berjalan dengan baik dengan siapapun tiba-tiba seperti Rolling Door tertutup turun dari sanggahannya.

Saya tidak berputus asa tetap mencari Order melalui nettwork yang ada tapi “No body care“, dan saya tetap bersikukuh, ini tantangan untuk maju di bisnis yang merupakan Hobby kami berdua bahkan menjadi lapangan pekerjaan.

Karyawan harus tetap dibayar, maintenace tempat usahapun harus terkondisi dan biaya prototype harus terealisasi dan inilah awalnya Hutang terjadi. Soal uang saya pantang korupsi apalagi dengan cara yang aneh.lebih baik saya hutang. Tapi hari begini, bukanlah hal mudah cari utangan tanpa jaminan meski dengan saudara sekandung sekalipun.

Dari awal itu, sebelumnya saya seolah kepala menjadi kosong, benci keramaian, kesal lihat orang, kuping suka panas dan Bila sholat punggung sampai tengkuk suka panas.
Dan beragam masalah mulai berdatangan dengan manisnya.

Tapi saya tidak patah Arang, Karena saya terus Berdoa memohon kepada Allah swt.
Dan Alhamdulilah saya tetap bekerja di Perusahaan sampai saat ini dan tetap mengabdi dengan loyalitas. Allah tetap memberi hidup dalam kelayakan  meski dirumah hanya saya dan istri saya yang merasakannya dan menjadi ahli geser menggeser budget. Bunga riba kian membengkak, SMS intimidasi jadi bacaan rutin, kembali menikmati angkot dengan tertibnya karena mobil sudah jual. Dan saya tetap bersyukur atas segala Nikmat-Nya dengan ikhlas Karena Allah benar - benar Maha Besar.

Pengalaman Bathin yang saya rasakan, Merasakan Kebesaran Allah. Entahlah pak, Hidup saya ini kadang misterius dan Ajaib kalau saya suka renungkan.
Semua yang saya pikirkan diantaranya sering jadi nyata, Meski tidak semua, tapi itu terjadi.
Misal saya lihat Mobil mewah melintas, saya ingin naik mencobanya dan suatu hari saya benar - benar di Mobil mewah serupa meski cuma di tumpangi.

Melihat gambar Hotel berbintang di Majalah travel dan suatu haripun saya dapat bermalam disitu untuk urusan Kantor. begitu juga dengan hal yang buruk  “Berhutang “ lalu terjadilah Hutang yang banyak tiada terkira.
Melihat Tokoh Habib di Majalah entah bagaimana saya bisa bertemu dan Cium tangan. Begitu juga dengan Lihat bapak dimajalah sampai akhirnya saya bisa Cium tangan Bapak dan Minta Tanda tangan di Buku Susunan Bapak. Ketika ikut mengaji di Depok.

Sampai dengan pekerjaan, Saya pernah membayangkan Gedung Keren di Kuningan Jakarta dan ternyata suatu hari saya bekerja disitu.
Pernah membayangkan punya istri orang Surabaya yang pandai mengaji, Allah mengirimnya untuk saya, persis seperti yang saya bayangkan. Allahu Akbar.

Dari kecil saya penuh cita-cita dan berharap selalu dengan Allah, Ilmu agama saya cetek dan jelek sekali untuk dibahas. Saya hanya bisa istighfar, baca Surat Fatihah dan Dzikir Umum. Membaca Al-Qur’an saya cuma terjemahannya saja, yang bisa saya Baca dan menjadi renungan setiap waktu.

Bapak, Saya lahir dari keluarga apa adanya bahkan cenderung terbatas. Bapak dan Ibumenjadi guru, saya anak ke 4 dari lima bersaudara.karena susah, Ibu saya selalu berharap agar anaknya senang dikemudian hari Doa Ibu sepanjang zaman sampai saya pun mendapat wiridan dari Ibu yang konon dari Alm. Abah Falaq dari Pagentongan Bogor. Untuk Baca Nama Allah. Usia saya baru 8 tahun pada waktu itu tapi katanya akan selalu bagus bila mengingat Allah selalu.

Saya selalu baca didalam hati meski sedang main, naik sepeda, dikelas atau sedang Belajar tanpa ada yang Tahu kecuali Allah dan Ibu.

Allah begitu baik dengan saya dari muda hingga kini Allah sudah membawa saya untuk melanglang buana keliling Dunia yang merupakan mimpi - mimpi saya diwaktu kecil, 5 benua sudah saya kunjungi cuma Mekkah dan Madinah belum terkunjungi.

Allah membawa saya Gratis.semua perusahaan yang bayar, Alhamdulillah.
Bapak, Hidup saya hitam-putih, kadang hitam kadang putih...saya pernah menjadi manusia yang menjijikan dalam Akhlak manusia (Itu aib saya dan sudah bertobat kepada Allah dan sayapun sudah memaafkan diri sendiri.Semoga Tobat saya diterima. Amin). Kini saya memilih lembaran putih, semua terasa Asri dan Harmoni. (semenjak saya Menikah-Hingga kini, Insya Allah).

Semua jalan menuju neraka sudah saya lalui kecuali membunuh, mencuri, fitnah atau adu domba. Pesan ibu selalu saya ingat: “Jangan sakiti hati orang lain dan hidup dijalan yang Lurus”.
Saya coba amalkan Jawaban Bapak berupa wiridan nama Allah yang sering Bapak sampaikan kepada para Pembaca yang berhutang macam saya.

Saya semakin malu pak sama Allah, saya pernah menangis waktu jum’atan, tahajud juga sholat hajat. Saya sedih karena saya berhutang dan hutang saya haram karena Hutang Riba.
Semakin saya menjadi sedih karena saya takut Mati sebelum hutang saya terlunasi.
kasihan Roh ini, juga keluarga saya yang masih rentan. Dan pada dasarnya saya suka dengan buku-buku doa, yang saya coba saya amalkan dan saya baru tahu dari ulasan Bapak tentang Ijazah dari seorang Mursyid/guru pembimbing.

Sekarang saya bingung, dimana saya bisa menemukan Mursyid itu? Setelah mendapat Ulasan dari bapak di Majalah Cahaya Sufi dan saya terapkan membaca Asma Allah dan Istighfar.
Banyak pengalaman Ruhani yang saya Alami :
Pertama: karena saya pengagum cerita nabi - nabi salah satunya nabi Isa As. suatu hari saya melihat salib yang dipajang. Lalu ada suara berkata “ Itu bukan Saya” singkat dan berat berwibawa suaranya, (mungkin itu ilusi saya).

Diperlihatkan Api terbakar disebatang kayu macam korek api yang membesar dan Hilang.
Diperlihatkan tangan berbulu macam gorilla  berkuku panjang memegang uang puluhan ribu yang kotor mirip dari sampah.

Wajah mirip Alien berkuping caplang dan meringis dengan gigi besar - besar bermata seperti kucing kulitnya keriput. Diperlihatkan tampilan mahluk berbentuk manusia tapi berkulit seperti Reptil kura-kura memandangi dengan sinis.

Diperlihatkan lelaki tua macam Datuk-datuk dari negeri Jiran dengan muka kurang Bijak dan bengis.
Shalat berjamaah di masjid (dan ternyata saya ikut Sholat  bersama Bapak di Mesjid Jami Baiturrahim).
Cahaya putih kekuningan dengan tulisan Allah yang samar
Kalau mendengar adzan saya gelisah dan harus sholat. Pernah saya malas sekali diwaktu ashar karena capek dan mau tiduran tiba - tiba mata saya terkena kilatan cahaya macam kamera Foto. Membuat saya terjaga dan langsung ambil wudhu. (cerita ini mohon maaf bukan untuk pamer atu sejenisnya  tapi saya butuh Arahan).

Ada apa dengan saya pak Ustad, Mohon saran dari Bapak, Semoga atas izin Allah pertemuan saya dengan Cahaya Sufi dan Bapak Luqman adalah untuk kebaikan buat menuju JalanNya.

Bapak, saya sedang berjalan mencari Ridho Allah meski Ilmu agama saya cetek dan dangkal saya akan berusaha untuk memahami dan mendalaminya, Saya sangat Membutuhkan Allah agar saya diarahkan menuju Selamat dunia Akhirat.Amin.Terima Kasih Pak Ustad.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb
Dari yang mengharap Ampunan Dari Allah dan Berharap Ridho-Nya

Padmonogo
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Jawab:
Anda memang harus segera menemukan Mursyid yang membimbing ruhani anda, dan tanpa bimbingan seorang mursyid, guru anda bisa syetan.
Jangan lupa, syetan lebih senang menggoda orang-orang yang dekat dengan Allah dengan berbagai cara.
Anda pun harus waspada ketika semua keinginan anda dikabulkan. Bila itu terjadi tetapi tidak membuat anda lebih dekat dengan Allah, segala keinginan yang langsung terjadi, adalah Istidroj, Na’udzubillah.
Semua pengalaman ruhani anda, abaikan saja, tidak usah dipikir. Juga jangan diterjemahkan menurut selera anda. Apa saja yang muncul jangan berhenti berdzikir Allah... Allah dan anda hanya menginginkan Allah.
Teruskan dzikir Allah...Allah itu dalam hatimu dan dengan hati yang ikhlas.
Bila anda ke Jakarta datang
ke redaksi Cahaya Sufi.

Read 3732 times