40 Hadits Prinsip Dasar Jam’iyah Nahdlatul ULAMA

HADRATUS SYAIKH HASYIM ASY’ARY
ARBAIN A HADITSAN TATA’ALLAQU BI MABADI’I JAM’IYYAT  NAHDLATUL ULAMA

 

 “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

“Jangan tangisi (urusan) agama ini jika dikendalikan oleh ahlinya, tetapi tangisilah agama ini apabila ía dikendalikan oleh orang yang bukan ahlinya”.

“Bergegaslah dengan melakukan amal-amal yang baik, karena nanti akan terjadi fitnah seperti potongan malam yang gelap, (di mana) pagi hari seorang laki-laki (dalam keadaan) mukmin dan di sore hari (dalam keadaan) kafir. Atau di sore hari dalam keadaan mukmin dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Dia akan menjual agamanya dengan harta dunia.” (HR. Muslim)

“Beramallah, karena setiap sesuatu (pasti) dimudahkan untuk apa sesuatu itu diciptakan.” (HR. At-Tabrani)

“Amal yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah amal yang paling istiqomah, walaupun (cara pengamalannya) sedikit-sedikit.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Tetaplah untuk selalu beramal (berusaha), karena demi Allah, Allah Swt tidak akan bosan memberi pahala) sampai kalian (merasa) bosan untuk beramal.” (HR. At-Tabrani)

“Setiap perkara yang baik itu (punya nilai) shodaqoh, dan orang yang menunjukkan atas kebaikan itu seperti orang yang mengerjakannya. Dan Allah Swt suka menolong orang yang prihatin.” (HR. Ad-Daruquthni dan Ibnu Abi Dunya)

“Barang siapa melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan. Apabila tidak mampu dengan lisan, maka (ingkar) dengan hati. Dan yang demikian itu adalah lebih lemahnya iman.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah Swt tidak akan menyiksa masyarakat umum sebab perbuatan segelintir orang, sampai mereka melihat kemungkaran di hadapan mata mereka, tapi mereka tidak mau mencegahnya, padahal mereka mampu untuk mencegahnya (merubahnya). Kemudian apabila mereka tetap menjalankan itu semua, maka Allah Swt akan menurunkan siksa kepada mereka semua balk yang umum maupun yang khusus.” (HR. Al-Baghowi di dalam kitab Syarhus Sunnah)

“Diriwayatkan dan Abi Hurairoh, beliau berkata, “Kekasihku Rasulullah Saw berwasiat kepadaku tentang hal-hal yang balk, beliau berwasiat kepadaku agar aku tidak takut dengan cacian orang yang mencaci, dan beliau berwasiat kepadaku untuk berkata yang benar walaupun pahit (dirasakan).” (HR. Ibnu Hibban)

“Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Adapun yang menyelamatkan adalah takut kepada Allah Swt baik dalam keadaan terang-terangan, menghukumi dengan adil baik dalam keadaan ridho mau pun marah, serta bertindak sederhana baik dalam kondisi kaya maupun miskin. Dan yang merusak (jiwa) adalah mengikuti sifat kikir, mengikuti hawa nafsu dan berbangga dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Al-Bazzar)

“Kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban dari kepemimpinannya. Imam (pemimpin) adalah pengatur rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan terhadap rakyatnya. Seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Pelayan adalah orang yang mengatur didalam urusan harta majikannya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari)

 

Read 3112 times Last modified on Thursday, 08 September 2016 18:10

Leave a comment