Seorang murid bertanya kepada Syekh Jamal Faruq, “Bagaimana pandangan Syekh terhadap perbedaan dalam tubuh umat Islam yang sering menjadikan pertikaian bahkan pertumpahan darah?”Beliau menjawab,“Yang menjadikan pertikaian dan pertumpahan darah itu bukan perbedaannya, tetapi ambisi pribadi dan kepentingan politik.” — Dr. Ali Jum’ahsumber: Mardi Hadi

Rezeki itu mirip seperti barang ciptaan (ciptaan Allah), jadi tidak bisa ditanya ‘mengapa’. Maka jika rezeki kita sempit, bukan berarti ini tanda kemarahan Allah.Dan jika rezeki kita luas, bukan berarti juga ini tanda keridhaan-Nya. Sesungguhnya Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, dan semoga sempitnya rezeki yang kita alami merupakan ujian dari-Nya, untuk melihat seberapa sabar diri kita. — Dr. Ali Jum’ah

Kehidupan Nabi Saw terbagi menjadi dua bagian:Bagian yang berkaitan dengan zamannya, dan bagian yang berkaitan dengan syari’at.Kita diperintahkan untuk menjadikan Nabi Saw sebagai uswah (contoh) dalam lingkup kehidupan syari’atnya saja. Adapun untuk kehidupannya yang berkaitan dengan kebutuhan alami jasmaninya atau kehidupan di zamannya, kita tidak diperintahkan untuk terus mencontohnya. Karena itu akan membuat kita tidak bisa maju dalam perkembangan zaman. Contohnya pada masa Nabi Saw saat itu belum ada alat-alat